PKM KEWIRAUSAHAAN (ICHA,DWI,DAN LINA)

Selasa, 22 Mei 2012

Azzam kudu dikuatkan

It's my effort
Faidzaa azamta Fatawakkal 'alallah

:) sering nangis gara2 bahasa inggris..sampe2 yang bikin eneg ngerjain skripsi adalah ini..jadi EnglishPobia..hiks..nyoba iktiar mau ikutan Kelas Intensive Englis 30 hari....tapi harus daftar dan ngirim tulisan dulu kenapa mau bergabung..yaudah deh...naisa nulis ini..dan bahasanya mix,campuran kaya cinta Laura...hahay..biarin aja..polos#



MY REASON TO JOIN “JAGO INGGRIS”
My name is Naisa Maulidia. I am from East Jakarta. I live in JL. Raya PKP No.3, Ciracas. I am a student of Earlychildhood Education, State University of Jakarta and have reached 8th semester. Beside it, I’m a teacher and care giver  in child care "Baby Fun Club", a childcare based centers approach. I was born from a simple family. My Father and Mother work as Civil Servant. Both of my parents are teacher. From a simple family and ordinary personality, I want to membuktikan  to be an extra ordinary personality. But, I feeling my weakness is English study. I feeling rendah diri in my jurusan. For 4 years, I can’t understand my perkuliahan because almost semua mata kuliah, use English. It make me kesulitan, until now.
Sejak tingkat dua, saya sering crying when I found mata kuliah in English those are creative curriculum, management classroom, assessment in early childhood education,build your baby brain etc. Siapapun yang see and feeling my penderitaan, pasti akan berkata “what a pity you are”, hiks.. I feeling tidak maksimal in my study. Many away yang sudah saya lakukan. I’m listening radio about studyng English method, in this method, I must menghafal minimal 30 words every day. I try it, but this method isn’t make me clever. In other ways, I search in blog orang-orang yang pintar, disana I found a way to study English. They are listening pidato  martin luther, and  severn Suzuki in video every morning, they are said it’s effective way to melancarkan English, and I try it. This method give me a great spirit. But, it’s depend of me. If saya berlatih keras, use all method, pasti saya akan speak English fluently. Semangat saya up and down. Likely I need someone, friendship who give spirit of me. I have more hopefully. But, sometimes saya hanya bisa menghela nafas, apakah all my dream come true. Terkadang I really need someone to pinch my cheek, and make me aware that saya sudah ketinggalan jauh dibanding yang lain.
Many chance or peluang when I study in earlychildhood education major. But, kebanyakan dari itu, kesempatan yang skalanya international seperti short course, summers school, student exchange, etc need nilai TOEFL yang baik, interview in English etc, saya jadi sedih, apakah saya bisa move on and jump up to reach my dream. Study in Earlychildhood Education has opened my mind to study abroad someday. Oleh karena itu, saya berusaha untuk mengikuti seminar-seminar motivasi to study abroad, education fair etc. Yesterday, I’m going to Talkshow organized by LDK UNJ “Kiat belajar sukses dan belajar beasiswa ke luar negeri with the Theme: Sukses kuliah dan beasiswa ke luar negeri menuju muslim yang expert dan professional. Disana menghadirkan alumni UNJ yang study abroad di antaranya Mr.Mochamad Djaohar M.Sc (lulusan Jerman), Mr.Moses Caesarassa M.Sc (lulusan Singapura), Mr.Moh.Yusro (study in france), Mr.Aan Washan (Study in China), Mrs.Yuli Rahmawati, M.Sc (Study in Australia), Mr.Rakhmat Hidayat (Study in France), they are said agar bisa study abroad beberapa hal we must prepared diantaranya: GPA, Toefl, Letter of Support, Writing Essay in English dengan baik, Profesor Recommendation. Mr. Moh Yusro said, belajar bahasa hukumnya bukan lagi “SUNNAH”, tapi WAJIB bagi yang ingin melanjutkan study abroad. And mr.Djaohar menambahkan “jika kita bisa menguasai bahasa Inggris, maka kita bisa menguasai dunia, dan mimpi untuk belajar di luar negeri bisa tercapai. Mrs Yuli menambahkan, if you study in Australia, you must get IELTS minimal 500. And it’s menonjok hati saya, because I can’t menguasai bahasa Inggris lebih jauh. Saya kesulitan dalam hal grammar, dan ungkapan-ungkapan yang banyak, yang sepertinya harus dibiasakan dan di hafalkan. Saya lebih sering mengartikan itu per kata, dan I haven’t menyambung kata per kata. Saya rasa ini very hard. But, saya yakin, saya akan bisa menkalukan bahasa Inggris if saya belajar lebih giat lagi, and find friends who have minat dan keinginan yang sama.
Mengajar anak usia dini, need skill yang matang dan beragam, agar kelak anak-anak mempunyai minat, keahlian yang baik dan mereka tidak punya batas untuk sukses dimanapun, tidak ada apapun yang menjadi kendala, bahasa sekalipun. And I hope Indonesia bisa menduduki kancah Internasional,and  admired oleh all nations in the world. And I think “Intelektual adalah harga mati”, and language adalah satu cara untuk menunjukkan intelektualitas kita di kancah internasional. It’s enough, saya akan menempatkan diri saya as a soldier yang akan melawan segala hal yang menghambat saya belajar bahasa Inggris.  Oleh karena itu, I need and very hopefully to join “JAGO INGGRIS”. Let’s move on together! Keep spirit fighting!
-naisa maulidia-


eh..dibales..dan lolos..mudah2an naisa memperbaiki bahasa... :)..Naisa Harus Dahsyat!

Senin, 16 April 2012

How to be Able to Speak in English


Inspired banget deh :D.. dari blognya Ruli (MAPRES NASIONAL 2011 Juara III)
http://rully02.wordpress.com/2012/01/18/how-to-be-able-speak-in-english/
Judul di atas merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering saya terima. Sebenarnya saya juga tidak terlalu mengerti mengapa orang-orang bertanya seperti itu pada saya karena saya merasa kemampuan bahasa inggrisnya masih harus terus ditingkatkan. In this short writing, I’ll be mainly talking about two things. Pertama, background kemampuan bahwa inggris saya; dan kedua, upaya-upaya yang saya lakukan.
The first one is my background/experience. Just to set the context, sebagaimana yang saya sebutkan pada tulisan sebelumnya, saat saya masuk UI tahun 2007, kemampuan berbahasa inggris saya sangat lah rendah. Jangankan mengirim email, searching di google saja saya tidak bisa saat itu. Berhubung di FE UI mahasiswa diwajibkan untuk mengambil mata kuliah berbahasa inggris sekitar 6-7 mata kuliah, di semester kedua, ketika ada mata kuliah yang harus diambil dalam bahasa inggris, saya jujur, ingin menangis saat mengikuti kuliah tersebut. Mata kuliahnya bernama quantitative method in business. Mungkin ada sebagian orang yang sulit untuk berbicara dalam bahasa inggris, namun masih mengerti apa yang dikatakan lawan bicara, nah saya, bahkan apa yang dikatakan lawan bicara pun tidak menegerti.
Terkait dengan perlukah kita ikut di les bahasa inggris atau tidak, I would say, as long as we have passion to learn it, we don’t need to. Dulu saat di semester dua, saya sempat berpikir bahwa sebaiknya saya mengikuti les bahasa inggris. Sayapun mengecek beberapa tempat kursus bahasa inggris. Ternyata setelah saya survey, pada umumnya biaya kursus bahasa inggris adalah sekitar 800-900ribu per level. Satu level sekitar 2,5 bulan. Pada saat itu, budget bulanan saya hanya 800ribu (450ribu nya merupakan makan @15.000 x 30 hari). Saat itu saya menghitung-hitung, jika saya berpuasa nabi daud (sehari puasa sehari tidak), maka saya akan bisa menghemat 10ribu setiap dua hari, karena tidak ada sahur dan makan siang. Setelah saya hitung, bahkan jika saya puasa nabi daud selama 3 bulan berturut-turut pun, saya hanya bisa save money 450rb, sangat kurang jika dibandingkan dangan biaya les satu level bahasa inggris. Then what I did? here they are in the next paragraph.
Berikut adalah beberapa hal yang dulu, bahkan, sampai sekarang masih saya lakukan untuk meningkatkan kemampuan bahasa inggris saya.
  1. Perbanyak latihan listening dan speaking. Sering” dengar radio dalam bahasa inggris atau nonton berita dalam bahasa inggris. dari dulu, bahkan sampai sekarang, saya sering dengar radio australia atau nonton al jazeera di internet. Here is the link: http://www.radioaustralia.net.au/services/podcasts.htm (Download mp3 nya) dan http://english.aljazeera.net/
  2. Perbanyak baca buku dalam bahsa inggris (usahakan pakai buku teks berbahsa inggris). Jika ada kosa kata yang tidak diketahui, lihat di kamus, lalu catat dan hapalkan (saya sarankan menggukan kamus oxford).
  3. Untuk membantu kelenturan mulut. baca text bahasa inggris keras2 beberapa menit tiap hari.
  4. Kalau ada kelas yang dibuka dalam bahasa inggris, sebaiknya ambil kelas itu saja.
  5. Latih percakapan dengan teman yang juga aspired to learn English.
Last but the most important thing, perbanyak do’a pada Allah supaya dimudahkan bisa berbahasa asing. Insyaallah bisa. I believe to learn any language we don’t need to enroll in any special course. As long as we have passion and commitment to learn it. We will be able to. Yakinlah, sangat banyak manfaat yang bisa kita dapatkan jika kita mampu berbahasa asing. Good luck, semoga bermanfaat.

Butuh selalu dekat dengan orang hebat :D

cuma bisa senyum melihat mereka................

KAGUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUM..SUMPAH


Kapan ya bisa kaya mereka..take action..g boleh hanya mimpi

Man Jadda Wa Jadda

Man Shabara Zhafira

Ya Allah tetap di hati Naisa ya

biar naisa bisa terus meluruskan niat

Bismillah

Naisa cinta orang-orang hebat

Biarpun katanya "Jangan memaksakan diri seperti mereka,karena kamu berbeda"

Yakin, ketika yakin..ala mpun berpihak pada kita


Naisa yakin

Yeah............ All your dreams come true

Allahu Akbar!!!
Allahu Akbar!!!
Allahu Akbar!!!


Be a Journalist
Be a Profesional Teacher
Be a Lecturer
Be a researcher
Menjadi bagian dari "Kementrian Sosial Republik Indonesia"..mau banget
Dan tafakur ke LN
memberikan mahkota  untuk mamah dan bapak


semua bisa naisa raih lebih mudah jika:
"NAISA SUDAH LULUS"


semoga selalu lurus niat-niat kita.. Allahu Akbar

Minggu, 15 April 2012

Cerpen "Sahabat Hujan"


Ibu menatap butiran air hujan yang turun siang itu dari balik jendela. Tetes demi tetes air itu turun sunyi sekali, tanpa ditemani suara gemuruh petir, dan memang suasana itu tepat sekali untuk merenung. Dari balik dinding kuperhatikan wajah ibu, semakin lama semakin kalut, biasanya ketika ibu ceria, keriput diwajahnya tidak terlihat karena terhiasi oleh senyumnya yang merona, namun saat ini yang terlihat adalah sebaliknya, ibu seperti merasakan sesuatu yang menjadi beban pikirannya,hingga keriputnya sangat terlihat. Perlahan kudekati ibu, untuk memastikan apa yang membuat matanya tak bisa lepas dari tetesan hujan yang turun, meski jendela itu semakin lama tertutupi oleh embun. Padahal, aku semakin mendekat, Ibu bahkan tak sadar akan kehadiranku. Aku yakin, lamunannya terulang lagi, tentang suatu masa yang tidak akan pernah dilupakan, masa itu menjadi bayang bayang kesedihan yang membuat bola mata aku, adikku, dan ibu tak pernah kering, karena masa itulah yang membuat ayahku kehilangan nyawanya. Satu minggu, setelah ayah kehilangan nyawanya, ibu selalu seperti ini ketika hujan turun.

            Kusentuh bahunya. Ia terbangun dari lamunannya, seraya menatapku, mata ibu basah, ada segumpal air yang menggenang dimatanya, akhirnya tumpah menjadi tetesan bening-bening mutiara. Ibu memelukku erat, sangat erat, seolah melepas rindunya pada orang yang sangat ia sayangi, tapi ini sudah berlangsung lama, sudah 9 tahun yang lalu sejak aku SMP dan sejak adikku masih dalam usia kandungan 8 bulan. Sedangkan sekarang, aku sudah kuliah semester 2 dan adikku sudah kelas 6 SD. Dalam rinai hujan itu, aku seperti melihat bayangan ayah. Ayah memang sosok yang tidak tergantikan, ia sangat bijak, wajahnya karismatik, ia juga pebisnis yang sangat tekun dan telaten, dan ayah juga seorang ustadz muda yang sangat dikagumi oleh warga di lingkungan rumah, sampai-sampai seusai Tarawih pada bulan Ramadhan saat itu, ada beberapa ibu-ibu yang datang kerumahku, untuk meminta ayah menjadi imam terus-terusan. Ah, aku jadi ingat lagi, ayah memang seorang imam yang selalu memperhatikan orang yang dibelakangnya, kalau kebanyakan ibu-ibu yang tua renta, maka ayah akan memilih ayat yang pendek agar tidak membuat ibu-ibu jadi mengeluh, apalagi suara lantunan ayat suci dari mulut ayah, benar-benar menggetarkan yang mendengarnya, sehingga tiada kantuk saat berjama’ah dengan ayah, merdu sekali. Sambil kumengingat kenangan tentang ayah, pelukan dari ibu belum lepas juga, sampai hujan mulai mereda. Sepertinya ini puncak rindunya ibu, karena hari ini juga tepat ulang tahun ayah. Pelukan ibu terlepas, tapi matanya masih mendung.
”Ibuuuuuuuu..................”
Sebuah suara membuyarkan lamunan aku dan ibu. Segera kuseka air mata ibu, dan ibu bergantian menyeka air mataku, hingga kita saling menatap dan melontarkan sebuah senyuman. Dan aku menghela nafas, menyiapkan wajah terbaik, untuk menyambut adikku yang semakin lama semakin menggemaskan dan meresahkan karena kenakalannya.
”Iya...Raditia anak ibu yang ganteng!! Loh, hari ini kamu tidak latihan UAN?  Jawab ibu, sambil menutupi kesedihannya meskipunmerah matanya masih terlihat
”Ah, ibu baru dateng udah nanyain latihan, Radit kan Bete, Radit capek ibuuuuu” keluh Radit.
Ibu mendekap Radit, dan baru tersadar kalau Radit basah kuyup
”Jadi kamu gak latihan karena hujan-hujanan?, sudah ibu bilang berkali-kali kamu itu tidak boleh hujan-hujanan, kamu tahu air hujan itu sangat berbahaya, bahkan bisa mematikan, kalau kamu berlari-lari saat hujan,kemudian kamu jatuh, apa kamu tidak sayang dengan dirimu sendiri, apa kamu tidak sayang dengan ibu? Sentak ibu
”Ibuuuu..Radit sudah besar, Radit bukan anak kecil lagi, Radit tahu batasnya, kapan Radit harus berlari, kapan Radit harus berjalan” Jawab Radit dengan keras mendengus kesal dan sedih sambil berjalan ke arah kamarnya.
Radit dari kecil memang suka hujan-hujanan, bahkan dia berbakat dalam menulis puisi, dan seringkali tentang hujan. Umur lima tahun, dia sangat suka mengucapkan kata-kata yang romantis seperti syair, tentang cinta dan hujan, karena semasa bayi ibu seringkali berkomunikasi dengan janinnya sambil berucap puisi. Dan sebelum ayah meninggal, ibu memang sangat mencintai hujan, sama seperti ayah, keduanya pun bertemu dalam Kelompok Pecinta Hujan dan Sastra semasa kuliah, bahkan ayah dan ibu sempat menulis kumpulan cerpen bersama yang belum dirampungkan berjudul ”Cinta tak bertepi”. Bahkan, Aku saja sebagai anak pertama diberinama Raini Maha Dewi, karena cintanya pada hujan. Kata ayah, hujan itu bukti kasih sayang Tuhan untuk manusia, begitupun aku, akupun bukti kasihsayang Tuhan pada ayah dan ibu. Memang tidak akan habis cerita tentang ayah.

            Tiba-tiba wajah ibu berubah cerah, tersenyum sambil membuka buku catatan bahasa Indonesia adikku dari dalam tasnya. Akupun berjalan menghampiri ibu, dan penasaran apa yang sedang ibu baca.
”Hayooo...ibu baca apa? Tegur aku
”Ini lho..ibu baca puisinya Radit..romantis sekali, seperti ayahmu dulu, kamu bisa ngga ran? Ledek ibu
”Aku kan bisanya karate dan makan sate bu” jawab aku
Akhirnya suasana riuh kembali. Dan ibu bergegas untuk merapikan tasnya Radit. Kemudian memintaku untuk menyimpannya di kamar Radit. Aku tengok wajah Radit yang tertidur pulas, dia terlihat lelah sekali.

******

Malam ini tampak ramai. Sengaja ibu tidak membahas dulu soal UAN, karena khawatir membuat kesal Radit. Untuk menebus kesalahan ibu tadi malam, ibu membuatkan Spagety Kornet kesukaan keluarga kami.  Malam itupun kami mengobrol bersama sambil menyantap masakan khas keluarga kami.
”Ibu, aku ingin bicara sesuatu, tentang senua yang kubenci dari sekolah,aku seperti dipenjara bu” tanya Radit
Ibu tertegun, mendengar pertanyaan Radit, sambil melihat kearahku, sepertinya ibu menemukan kemiripan lagi dengan ayah.
”Hoaaaam” sambil terkantuk ibu melanjutkan pembicaraan ”Kamu percis sekali dengan ayahmu Radit, yang lebih suka minatnya daripada belajar di sekolah, tapi ayahmu juga pernah menyesal, saat nilai-nilai diperkuliahannya benar-benar kecil dan membuat orangtuanya kecewa” jawab ibu
”Memangnya kamu diapain sama gurunya dit? Kok sampe kayak dipenjara gitu?”
tanya aku sambil bercanda
”Aku mau belajar sambil menatap hujan bu, aku suka sekali hujan, aku sangat suka pembahasan guru IPA tentang ”water cycle”, tapi di kelas 6 ini aku tak menemukan materi yang aku suka, aku suka sekali bau hujan ibu, hmmm..rasanya segar sekali” Jawab Radit
Aku sebenarnya tidak begitu mengerti apa yang adikku katakan, bahasa nyastra abis, di keluarga ini, hanya aku yang tidak bisa melontarkan kata kata seindah itu.
”Radiiit, ibu mengerti kondisi kamu, tapi belajar itu adalah masa depan kamu, anak-anak diluar sana sangat ingin sekolah, masa kamu yang sudah sekolah tidak bersyukur, saat senja saja langit masih menampakkan kebiru-biruannya, nah begitupun kamu, meski kamu sekarang tidak suka, kamu harus tetap menampakkan senyummu, karena yang pertama kali orang lain lihat adalah wajahmu, ibu tidak mau kamu cemberut lagi karena hal ini”jawab ibu dengan penuh perhatian
Malam semakin larut, Radit dan Ibu masih berbincang saja. Ah, aku cemburu, karena malam itu terasa milik mereka berdua saja. Tapi biarkan saja, agar keduanya tak lagi bersedih. Setelah itu, kami menggelar karpet didepan televisi dan berbaring melepas penat bersama.
*****
Ibu menghela napas kecewa di pagi hari ini. Ia baru saja menerima SMS dari wali kelasnya Radit, tentang kenakalannya Radit di sekolah, memang tak jelas apa kenakalannya. Aku harus buru-buru ke kampus, karena hari minggu ini waktunya aku rapat tentang Festival anak dengan teman-temanku di BEM Jurusan Pendidikan Anak. Aku pamit, dan meninggalkan ibu dalam keadaan kecewa.
”Ibu, Rani pamit ya, ada rapat di kampus”
”Oh..iya Rani, hati-hati ya, langsung pulang, jangan kemana-mana lagi, minggu waktunya beres-beres sebenarnya” jawab Ibu
”Hehe..iya Bu, Rani janji nanti pulang langsung beres-beres, ini rapat terakhir kok mah”jawab aku.
Aku pergi, sedangkan ibu masih sibuk dengan Handphonenya, dan Radit, sejak tadi pagi sudah tidak terlihat ada di mana, karena dia bangun lebih awal. Saat aku menyeberang jalan ingin menunggu patas 98 ke arah Rawamangun, tiba-tiba hujan turun, dan aku rogoh payung di tas ku, ternyata tidak ada, padahal aku tidak pernah mengeluarkan dari tasku. Tiba-tiba ada seorang anak berkata: ”payung nya kak, ojek payung ojek payung”. Saat itu, aku sangat butuh payung, tapi tiba-tiba aku khawatir dengan kondisi ibu, karena sekarang sedang hujan, apalagi ibu dala keadaan kecewa pada Radit. Haduh, aku semakin tak tega meninggalkan ibu, untung saja baru satu kali naik angkot, yang sebenarnya tak begitu jauh dari rumah. Sepertinya aku harus balik lagi, tapi aku butuh payung, untuk berjalan ke arah naik angkot, yasudah akhirnya aku panggil anak yang menawarkan ojek payung itu, lalu dengan lembut ia menghampiri sambi berkata: ”mari kak, saya antar,sampai mana ya kak?”
”sampai rumah saja bagiamana?”tanya aku
”oh boleh kak, saya antar kemanapun kaka mau”
Sambil berjalan, aku melihat payung yang percis dengan payungku, maklum payungku itu yang punya hanya keluargaku, katanya itu warisan pecinta hujan, dan memang tertulis kata-kata pecinta hujan. Ah memang ada-ada saja ayah dan ibuku. Mungkin itu Cuma mirip saja. Lalu anak itu, bertnya padaku:
”Kaka, lagi ngeliatin apa?”tanya anak itu
”Oh, itu aku ngeliatin payung dik, mirip sekali payung punyaku”jawab aku
”Oh, itu payung sahabat hujanku” jawab anak itu
Mendengar itu, aku jadi ingat Radit yang pernah bercerita tentang sahabat hujan
”Oh ya, siapa namanya?”tanya aku
”Rahasia kak” jawab anak itu
”Eh, main rahasia-rahasiaan sama kaka ya” aku menanggapi
”Dia berlesung pipit seperti kaka” ”jawab anak itu”
”Oh iya namamu siapa?” tanya aku
”Namaku Meida kak” jawab Meida
Tiba-tiba payung itu semakin mendekat, oh iya karena tadi kaca mataku berembun, akhirnya aku lepas, dan sekarang kucoba pakai lagi agar lebih jelas. Aku terkaget, karena Radit terlihat sedang menawarkan ojek payung.
”Meida, itu Radit bukan?” Tanya aku menegeaskan
”Bukan kak”
”Huuuh, aku menghela nafas lega”
”Tapi itu Raditia kak nama lengkapnya, bukan Radit”
”Apaaaaaa, tidaaaak. Itu adikku Meida”
Akhirnya aku bergegas berlari tanpa mempedulikan Meida, dan akhirnya kurengkuh badannya Radit
”Radiit kenapa kamu disini? Ibu mengkhawatirkan kamu, kenapa kamu harus mengojek seperti ini?
Dan akhirnya Radit memanggil Meida untuk ikut menjelaskan. Karena aku juga ingin ibu tau, makanya aku ajak mereka ke rumah. Kamipun berjalan menuju rumah
*****

Ibu termenung, terlihat kekesalan diwajahnya, sambil mondar-mandir di depan rumah. Saat itu hujanpun mereda.
”Radit, kamu kemana saja? Kenapa kamu membohongi ibu?kenapa kamu tega mempermalukan ibu?”desak ibu”
Radit dan Meida menunduk, mereka memahami kesalahan mereka, karena tidak pernah membicarakan soal ojek payung.
”Ibu, pelan-pelan bicaranya, Radit dan Meida masih kelelahan, mereka habis membantu orang”pinta aku
Akhirnya akupun ke kamar mengambil handuk dan kaos untuk mereka berdua, juga teh hangat.
Ibu sedikit geram, tapi tetap tenang
”Coba Radit ceritakan, kenapa jadi anak jalanan?”tanya ibu
”Ibu,jangan bilang gitu?jawab aku sambil menenangkan ibu
Tiba-tiba sambil menangis, Meida yang menjelaskan
”Ibu, maaf ini semua kesalahan Meida, Meida yang minta tolong Radit untuk membantu Meida ojek payung, dan Raditpun setuju” jawab Meida
Sambil menatap Meida, ibupun teringat
”Tunggu-tunggu, kamu Meida cucunya Abah Supri ya, yang penjaga sendal di Masjid Baiturrahman?”tanya ibu
”Iya ibu, abah lagi sakit keras, meida mau bantu abah” jawab Meida”
”Ibu, maafkan Radit, Meida itu sahaba hujan Radit, kalau Meida kesusahan, pasti Radit akan bantu, dan Radit senang Bisa membantu, juga bisa terus hujan-hujanan..hehe” pinta Radit
Wajah ibu, berubah tak lagi sedih bahkan ibu mememeluk Meida dan Radit
’Tidak apa-apa ibu bangga sekaligus malu, tidak peka dengan kondisi tetangga sendiri ya, padahal rumah abah, sama rumah kita Cuma terpisah 5 rumah, jadi jaraknya dekat”jawab ibu dengan tenang
”Aduh, Raini juga jadi malu bu, Raini malah tak tahu apa-apa” keluh aku
”Makanya belajar dari Radit dan Meida, sana kamu ikut ngojek payung aja”pinta Ibu
”Aduh gak mau bu ah, aku gengsi..hehe”Jawab aku
Akhirnya ibu tak jadi marah karena SMS gurunya Radit tentang Radit yang menjadi anak jalanan. Huh, aku jadi lega. Dan suasana inipun jadi bermakna.



#Naisa Maulidia#
Seorang Pengajar dan Pengasuh di Tempat Penitipan Anak "Baby Fun Club" dan juga seorang Mahasiswi jurusan "Pendidikan Anak Usia Dini" Universitas Negeri Jakarta"

Kamis, 12 April 2012

Jangan Mau Kalah dengan Mereka yang Giat menulis untuk merusak Iman kita

Bismillaahirrahmaanirrahiim..............

Saat kita berniat menuliskan sesuatu yang baik, pasti ada saja jalan Allah yang menunjukkan cahaya itu, mempermudah proses berpikir kita, asal hati selalu  dalam keadaan jernih. Tadi malam, sy coba menyelesaikan tugas esai tentang "Pluralisme, Pluralitas dan Pluralistik", tetapi dalam sudut pandang Islam cinta Damai

Pengetahuan saya tentang hal2 diatas sangat "0". yang saya tahu plural itu "jamak,majemuk,beragam". Tapi kalau sudah ditambah "isme", hmm..ya gitu deh.. Akhirnya saya mencari semuanya itu, termasuk studi pustaka dari buku2 milik bapak saya, dan TIBA-TIBA MATA SAYA tertuju pada satu buku, yang sebenarnya sudah sering saya lihat, tapi belum pernah saya baca. Buku itu  berjudul "Islam ditelanjangi, hasil terjemahan dari buku "Islam Unveiled karya:Robert Spencer" yang diterjemahkan oleh: "Mun'im A. Sirry (Alumnus International Islamic University, Pakistan dan Penerima Beasiswa Fullbright untuk studi di University of California Los Angeles (UCLA), AS, terbitan PARAMADINA. 

Baru saya baca bab pertama saja tentang "Apakah Islam Agama Damai?", itu sudah banyak istighfar. Buku itu begitu mengagungkan logika.. Hasil analisis tajam, tapi melukai syariat. Semoga Allah mengampuni. Lagi2, Lakum diinukum waliyadin (Untukmu Agamamu, Untukku Agamaku). 

 “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.”(QS al-Baqarah [2]: 256)

Tidak ada paksaan.. tapi sudah jelas mana jalan yang benar, dan mana jalan yang sesat. Semoga Allah memberikan petunjuknya kepada kita semua. Semoga kita semua senantiasa mengamalkan kebajikan.

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah Telah menjadi teman yang sangat setia.” (Fushilat : 34)

Wallahu A'lam Bisshawwab









Rabu, 11 April 2012

Merasa Tertinggal Jauh dibanding yang lain

Ya Rabb.. Engkau yang Maha Menilai
Jangan jadikan dunia ini selalu sebagai untuk meninggalkan panggilanMu
Hamba merasa biasa saja
Sangat biasa
Sangat biasa
Tertinggal jauh dibanding yang lain....

Impian hamba banyak

Tapi USAHA             USAHA                       USAHA                    USAHA                           USAHA
TAWAKAL TAWAKAL TAWAKAL

Masih kuraaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang.............

Kelak sy ingin jadi Ibu yang Multi Talent seperti Bunda Taty Elmir
Mau jadi pelayan umat yang lembut seperti Teh Ninih


Orang-orang Hebat itu..................
Dan sekarang saya harus belajar
Dengan memberikan yang terbaik untuk orangtua, dan orang lain.........





Semangat! Semangat! Semangat!

Jangan jadi Manusia Biasa

Karena pada dasarnya saya adalah Umat yang terbaik

Allahu Akbar!

Dekatkan Toga itu Ya Rabb................................................................


Tak ada kata lain
Nahnu Du'at Qobla Kulla Syai'in
Kita Da'i Sebelum apapun
Yakinlah bahwa aktivis dakwah yang serius kuliahnya, dan bekerja keras mencapai wisudanya tanpa meninggalkan dakwah, mereka itu tengah berjuang untuk kemulusan dakwahnya.

Meski orang bilang dakwah itu penuh onak dan duri
Tapi kita perlu taktik, kita perlu strategi utnuk membuat semuanya mulus minimal dilingkungan keluarga sendiri
Tahukah?
Tidak semua aktivis dakwah itu mudah untuk meninggalkan rumah untuk syura, liqo atau apapun itu yang berkaitan dengan dakwah
Bahkan bagi seorang Akhwat, tidak mudah beradaptasi dengan hijab lebarnya meski di keluarga sendiri, tidak mudah istiqamah menggunakan penutup kakinya, setiap kali pergi kerumah tetangga, meski tetangga sebelah.
Tahukah?

Ini bukan zamannya Al-Qamah
Ini bukan Zamannya sahabat Nabi yang lebih baik menemani ibunya sementara yang lain berjihad
Bukan itu...
Karena Dahulu, fitrah Islam orangtua mereka luntur karena kekafirannya
Kalau orangtua kita sekarang, sungguh terjaga dalam fitrah Islam, hanya saja perlu diberi penjelasan dan pendekatan.
Ketika orang tua melarang kita berorganisasi... bukan lantas kita menuruti..tapi yang perlu kita lakukan adalah bukti

Bukti bahwa kita dilebihkan dari mansia lainnya

Maka itu, semester akhir ini..jadikan ladang jihad..untuk mempermudah dakwah kedepannya.. Bayangkan sahabat, setidaknya waktu kita tidak akan terbuang hanya untuk urusan memohon untuk bisa syuro, mabit ataupun jaulah...karena apa?
Karena kita punya Bukti

Bukti Toga hitam ini berada dikepala kita....
Bukti bahwasanya kita serius dalam belajar..

Tapi yang tidak orangtua kita tahu....bahwasanya kita tengah mengusahakan mahkota yang kekal untuk mereka di Syurga sana.


Toga ini...Lillah
Suatu saat nanti
Yang harus terus diusahakan
Allahu Akbar!




Rabu, 15 Februari 2012

Saat Wanita Nyaris Tak Mulia

Bagaimana kalau gelar ratu yang Allah berikan kepada kita dicopot? 



Allah Maha Baik

Wanita itu mulia dan dimuliakan seperti ratu, dihormati, dimuliakan,dihargai

Dalam inspirasi langit, ayat Allah menggaung, memuliakan wanita sedemikian rupa..

Tak ada yang boleh sembarangan menyentuhnya

Tak ada yang boleh sembarangan memandangnya

Bahkan debu-debupun tak boleh mengotorinya

Allah menjaga lahiriah kita

Banyak hal..

Bahkan dalam penempatan syurga ditelapak kaki ibu

Bahkan dalam hal hak mendapatkan nafkah

Bahkan kemudahan untuk memasuki syurgaNya dengan cukup Sholat 5 waktu, Puasa di bulan Ramadhan, taat kepada Suaminya dan menjaga Kehormatannya

Sedang lelaki....

Hampir semua tugasnya,mengarah pada hal memuliakan kita

dalam hal menjaga pandangannya

dalam hal memberikan nafkah

dalam hal "Allah membenci perceraian"

dalam hal memberikan mahar

dan lain sebagainya..



Telah sedemikian rupa kita dimuliakan

Karena kita akan melahirkan pewaris peradaban

Karena wanita lebih menentukan keshalihan generasi



Tapi..apa?

Saat wanita nyaris tak mulia

Tak lagi menghiraukan seruan Allah yang memuliakan kita

Tak lagi menjaga gelar kemuliaan yang sudah kita terima

Apa yang terjadi?

Tanyakan pada diri



*mari introspeksi, mari berbenah

Ukhtifillah..Uhibbukumfillah jamiii'an

Allah Maha Baik

Andai semua seruan Allah yang kita abaikan itu menjadi zat yang bau

Maka sudah sebau apakah dosa2 ini

Aurat yang tak tertutupi, setiap detiknya terlihat oleh lelaki

Sudah separah apakah dosa ini mengucur

Senin, 13 Februari 2012

IsyHaduu Bi Anna Muslimuun (Edisi Stop Liberalisme ) part 1

Apabila Islam dihinakan..Apa yang harus kita lakukan..Bangkitlah!"(Lyric Bait Perjuangan-Shoutul Harakah
       Batin ini merintih, Liberalisme tak ubahnya seperti jambu busuk, yang luarnya mulus tapi dalamnya penuh dengan belatung,pembusukan ini kian menerpa umat Muslim saat ini. Perjuangan mereka kian elegant, dengan cara memasuki berbagai ranah, seperti ekonomi, organisasi , bahkan masuk ke lembaga formal seperti Sekolah Menenga Atas dll, maka itu kita perlu membentengi diri, dan menyiapkan bekal keimanan yang lebih besar lagi. Allah SWT Berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu". .

    Liberalisme seolah mempunyai tujuan untuk menggoyahkan, meski tidak memberikan informasi baru, tapi mereka mencoba membuat wacana wacana yang bertentangan dengan keyakinan kita, Tapi bisa dipahami oleh logika. Berdasarkan pengamatan saya pada jurnal dan blognya JIL serta pengalaman saya berbincang dengan teman yang terindikasi JIL, kemudian berdiskusi dengan teman-teman yang tahu bagaimana JIL Bergerak, maka saya simpulkan beberapa hal mengenai JIL diantaranya:

1. Mengusung Humanisme

    Ini hal yang sangat melekat pada pemikiran mereka.Humanisme yang mereka terapkan itu dalam hal cinta damai sebenarnya, tapi jadi mengkerucut menyamaratakan semua agama. Kadang mereka juga menyebut Humanisme ini Memanusiakan Manusia. Makanya, tak Heran jika mereka mendukung Ahmadiyah untuk terus menyebarkan agamanya, karena JIL merasa itu hak mereka. Mereka malah mendukung pasca Islamisasi karena dikaitkan dengan permasalahan Mesir ,yang ketika diambil alih oleh partai Islam, malah terjadi pergolakan, tapi selalu yang disudutkan adalah hukum Islamnya, padahal kita perlu teliti kembali, apa yang sebenarnya terjadi di Mesir. Sebagai Muslim harus bergerak, meluruskan pemahaman ini, karena orang awam bahkan orang yang hanif sekalipun, ketika dijelaskan tentang Humanisme ala JIL, pasti mereka akan sangat mendukung JIL, karena JIL sangat baik salam menyikapi perbedaan di negara yang plural ini. Tapi jelas, sebagai Muslim, kalau kita merasa apa yang dilakukan JIL itu benar, berarti hampir saja kita kerasukan JIL. Pada sebuah Esay Liberal dalam situsnya berjudul Hari AIDS Sedunia; Agama Perlu Bicara Lebih dari Sekedar Moral,bahkan mereka menyudutkan tindakan ustadz/tokoh agama yang melakukan pembinaan hanya melalui pembinaan moral, mereka lebih menyetujui aksinya Nurul Arifin yang menyebarkan kondom guna untuk seks yang aman. Innalillahi, banyak hal yang sudah mereka buat terkait pemikiran bebas ini, bahkan Keyakinan mengenai Allah saja masih mereka pertanyakan. Ada banyak hal juga yang harus jadi pembelajaran untuk kita, mereka memang cerdas dalam menggunakan logikanya, usahanyapun keras, silaturrahmi merekapun kuat. Mereka sering merekrut dengan kebaikan mereka dan dalih cinta damai, dengan cara promotori orang2 cerdas untuk kuliah, kemudian bergabung dalam usaha yang besar, sampai ada yang bicara seperti ini: "Ustadz2 kita, mana ada yang bisa sampai sepeka itu, yang masih ingat junior2nya, bahkan dipromotori kuliah". Dan saya tengok diri saya.. Muslim itu tidak miskin, ini adalah PR kita untuk bangkit, Sukses, dan peka dengan kebutuhan Ummat.. Mari kita buktikan bahwa kita seorang Muslim.

2. Mempertanyakan Kebenaran

   Ini juga menurut saya dampak dari Humanisme, karena menurut mereka mencari kebenaran adalah hak semua manusia, banyak hal yang mereka pertanyakan tntang hal mendasar terutama tentang aqidah. Padahal mereka para tokoh yang belajar agama, tapi begitu menyepelakan aqidah,wajar tangis kita pecah. Tidak ada toleran bagi mereka yang menyebarkan penyesatan Aqidah. Siang tadi saya mendengarkan radio Silaturrahim, membahas keyakinan, dan saya jadi mengingat lagi ayat-ayat mengenai Penguatan dari Allah atas Kebenaran Islam. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.”

    Dan saya jadi teringat lagi akan wahyu yang terakhir yaitu Surat Alma'idah ayat 3 yang berbunyi:

"... Pada hari ini telah kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah kucukupkan nikmatKu kepadamu, dan telah Kuridhai Islam menjadi agamamu ...." (Al Maidah:3)

Ikhwah, mari maknai itu dengan dalam, sangat dalam, jangan gentar jangan goyah. Tenang saja, Islam itu agama yang kasih syang, memberikan Rahmat untuk semuanya. Plurarisme sudah diatur juga dalam Islam. Bahkan dalam Islam ada sebuah ketetapan untuk melindungi kafir Dzimmi, jangan termakan oleh logika berfikir bebas. Ingat saja pada waktu Isra' Mi'raj, hanya Abu Bakkar yang percaya perkataan Rasulullah, sehingga diberi gelar As-Shidiq.Allah SWT Berfirman dalam Surat Al-Baqarah 256:

“Tidak ada paksaan dalam beragama, sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus.."

Memang jelas, Allah tidak memaksa, tapi ayat selanjutnya ada penguatan lagi dari Allah bahwasanya telah jelas jalan yang benar. Subhanallah..ikhwah fillah mari maknai ini dengan sangat dalam.. IsyHaduu BiAnna Muslimuun..

"Katakanlah " Wahai ahlul-kitab! Marilah kemari! Kepada kalimah yang sama di antara kami dan di antara kamu.” yaitu bahwa jangan lah kita menyembah melainkan kepada Allah, dan jangan kita menyekutukan sesuatu dengan Dia, dan jangan menjadikan sebahagian dari kita akan sebahagian menjadi Tuhan-tuhan selain dari Allah. Maka jika mereka berpaling, hendaklah kamu katakan: Saksikanlah olehmu, bahwasanya kami ini adalah orang-orang yang Islam." (Ali Imran:64)

Jaga diri kita, Jaga Keluarga Kita, Jaga Shabat kita, Jaga orang-orang disekeliling kita. Wala' dan Bara' harus bergema biar gentar musuh-musuh kita. Wallaahu A'lam BisShawwab


Teman duduk

  • 10 Jurus Sakti agar Motivasi tak Pernah Mati