“IZINKAN AKU MENCINTAIMU WALAU AKU LIBERAL”: KETIKA FILSAFAT DAN CINTA TIDAK LAGI BERJARAK (PART I)
(SEBUAH NOVELET FILSAFAT ) Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi ? (QS Al ‘Ankabuut 2). Ciputat I am in Love. Saat pelupuk hamparan indah danau kecil Situ Gintung meriak-riak ingin dilempar batu. Ketika wewangian alam terhampar berserambi kalbu. Tidak ada yang bisa menulis kisah cintanya sendiri, sekalipun mata pena sudah memoncong siap melukis. Arisiska Lenila Wahid, Perempuan muda satu-satunya yang mampu menjadi Ketua Umum BEM Fakultas Ushuluddin dan Filsafat tahun ini. Frederich Nietsczhe berkelamin perempuan yang menikam “Tuhan” memang banyak, tapi yang sanggup membunuh cinta, belum ada. Ia sadar bahwa ia benar-benar jatuh cinta pada seorang ikhwan hanif itu. Hati itu muncul begitu saja, sekalipun Arisiska sendiri antara percaya Tuhan dan tidak. Ia termenung bingung. Tidak bisa berbuat apa-apa melawan hatinya. Hanya diam menunggu. Fokus belajar menjadi pecah. Bayangan wajah Immanuel Kant berubah ...