Merajut senyum Bangsa Besar di Negeri yang Besar Oleh: Naisa Maulidia,Universitas Negeri Jakarta ”Suatu bangsa tidak akan maju, sebelum ada di antara bangsa itu segolongan guru yang suka berkorban untuk keperluan bangsanya.” (Dr. G.J. Nieuwenhuis) “ 100 orang hanya bermimpi, tetapi berikanlah aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia!” (bung karno) Kaki mungil berjalan lunglai ditengah kemacetan ibukota, menaiki angkutan kota, bergegas menyerahkan amplop harapan kepada penumpang, kemudian bersenandung lagu sambil matanya tertuju pada amplop-amplop tersebut dengan penuh harap. Tiga orang dari Sepuluh penumpang mengisi amplop tersebut dengan koin-koin harapan. Senyum mungil yang hampir padam itu,akhirnya kembali merekah. Di jalan lain, seorang bapak dengan keterbatasan fisik yaitu kehilangan kedua kakinya, mengendarai kendaraan kecil buatan, dengan sedikit hiasan, dan tempelan kertas bertuliskan “saya orang cacat”, dengan roda kecil kendaraan itu dapat berjala...