Tugas Liputan Platihan Jurnalistik KAMMI UIN


Mencetak Jurnalis Handal bersama KAMMI UIN
                Divisi Humas KAMMI UIN, kembali menggelar pelatihan kepenulisan setelah sukses mencetus forum pena bergoyang yang kini tengah bersiap-siap untuk menerbitkan sebuah buku berjudul Unlimited.  Rabu, 18 Juni 2011, ruang teater lantai 3 Fakultas Ilmu keguruan UIN, dipenuhi oleh puluhan mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas diantaranya UIN,UNJ,SEBI,dan STPLN. Teriknya matahari, macetnya perjalanan kearah Ciputat, tidak menyurutkan semangat para peserta pelatihan jurnalistik ini untuk turut meramaikan acara. Kali ini, pelatihan yang diselenggarakan masih tentang kepenulisan, namun lebih meluas mengenai jurnalistik setelah pelatihan sebelumnya yang digelar focus pada pelatihan menulis fiksi. Kedepannya, para peserta pelatihan jurnalistik juga akan tergabung dalam sebuah forum yang akan disepakati bersama,”ujar ketua pelaksana pada awal acara. Diki permana, ketua Pelaksana yang juga mahasiswa jurusan perbankan syari’ah menambahkan bahwa pelatihan ini akan terus berlangsung setiap 2 pekan sekali sampai siap mencetak Jurnalis handal.
Pelatihan ini diawali dengan arahan dari ketua pelaksana yang menjelaskan tentang tujuan diselenggarakannya pelatihan ini. Setelah itu, dilanjutkan dengan Sambutan dari Ketua Kammi UIN, Irfan Abdul Rahman yang juga Mahasiswa komunikasi penyiaran Islam , diawali dengan jargon,”Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia”, beliau mengahrapkan keseriusan peserta dalam pelatihan ini agar kemudian dapat bermanfaat. Kemudian, dilanjutkan kembali sambutan dari ketua pelaksana yang menjelaskan tentang keorganisasian KAMMI UIN khususnya humas.
Hadirnya pembicara yang berkecimpung dibidangnya membuat peserta semakin khidmat mendengarkan, dan menimbulkan pertanyaan pada sesi Tanya jawab. Siang itu, materi disampaikan oleh Kak Dwi Setya li seorang praktisi IT dan kehumasan yang juga wartawan  majalh tempo. Beliau menjelaskan tentang bagaimana mengemas tulisan yang enak dibaca, konsisten dengan idealism, mengkroscek kebenaran data yang didapat, tidak malas cari data, dan  mengungkapkan kebenaran secara independen tanpa campur tangan orang lain. Semua materi itu terangkum dalam pilar-pilar jurnalistik yang dijelaskan dalam Sembilan elemen jurnalistik.
            Pelatihan jurnalistik hari ini memang terasa singkat. Seperti yang ditutrkan oleh salah seorang peserta”cepet banget,2 minggu lagi ya ketemu, lama banget”. Namun tenang saja, ini adalah pelatihan perdana, 2 pekan lagi akan hadir kembali pemateri yang sama dan menjanjikan menonton film yang akan menggerakkan hati kita untuk semakin cinta dengan jurnalistik, dan berjuang dengan senjata pena. Semoga para peserta pelatihan jurnalistik, tetap istiqomah hingga menjadi jurnalis handal yang dinanti manfaatnya oleh banyak orang. 
Naisa maulidia
Mahasiswi Jurusan PGPAUD UNJ 2008
Email:naisa_maulidia@yahoo.com & blogspot:keepspiritfighting.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SEKELUMIT KISAH MAHASISWI JURUSAN TERTINGGAL “PGTK UNJ”

Game Level 2 Melatih Kemandirian Day 1

Game Level 3 Melatih Kecerdasan Anak Day 2